Bebek Siaga di PAUD Balon Hijau


Hari Jum'at tanggal 9 Maret 2012, Tim dari BDSG mengunjungi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini, setara playgroup) Balon Hijau,di Masid Istiqlal, Tubagus Ismail, Bandung. Kami membawakan permainan Bebek Siaga. Bebek Siaga merupakan alat untuk bermain sambil berlatih merespon terhadap bahaya melalui gerakan, latihan verbal, musik, dan kartu besar bergambar. Respon yang dianjurkan adalah respon paling awal, paling dasar, dan paling penting yang bisa dilakukan oleh seorang anak dimanapun juga tanpa harus bergantung pada orang tuanya. Berikut beberapa catatan berdasarkan hasil kunjungan tersebut.

Peserta

Jumlah murid: 25 - 30 anak (usia 2-5 tahun)
Jumlah ortu/ wali: sekitar 25 orang
Jumlah guru: 7 orang
Jumlah anggota BDSG: 11 orang (Iche, Tami, Grace, Ivo, Fia, Priba, Iid, Sapto, Leits, Aria, In In).

Flow Acara

09.10 Opening by Priba. Priba menyapa anak2 beserta ibu2nya dan memperkenalkan anggota BDSG.

09.20 Acara inti
penjelasan mengenai bahaya (gempa, petir, kebakaran, lebah, dan menyeberang jalan) dengan menggunakan kartu Bebek Siaga.

peragaan respon terhadap bahaya tersebut: gerakan & kata kunci yang harus diteriakkan.

permainan dengan menggunakan musik dan tarian. Ketika salah satu kartu dibuka secara tiba-tiba, anak2 harus bisa merespon sesuai dengan bahaya yang tergambar di kartu tersebut.

Acara inti dibawakan oleh Tami dengan baik. Unyu malah. Jempol buat Tami yang sanggup mencuri hati adik-adik kecil.. :0 Selain penjelasan, juga diiringi dengan tarian dan lagu oleh Ivo dan Grace. yang ini ga kalah unyunya.. :p

09.45 Closing by Priba. Dilakukan juga review oleh Priba dan Tami, dengan meminta beberapa anak untuk memeragakan gerakan2 tadi di depan.

09.50 Pembagian kertas Bebek Siaga untuk diwarnai.


Evaluasi

Secara keseluruhan acara berjalan dengan baik. Walau ternyata anak-anaknya lebih heboh dari yang dibayangkan. Sebagian anak mengikuti instruksi dengan baik, walaupun tak sedikit pula yang bermain-main sendiri o_O

Dari hitungan kasar, sekitar 70% anak bisa konsentrasi ketika sesi. Kebanyakan anak-anak bisa konsentrasi sampai pada tahap permainan dengan musik dan tarian, setelah itu ada beberapa anak yang sibuk sendiri.

Dari penilaian sekilas, berikut ini urutan dari respon-respon dari yang paling mudah diikuti sampai paling sulit: (1) Menyeberang jalan, (2) gempa, (3) lebah, (4) kebakaran, (5) petir. Masih banyak juga anak yang hanya “mengikuti”, tapi ini cukup wajar untuk anak-anak terutama yang berusia sangat muda (2-3 tahun).

Ketika peragaan, beberapa ibu-ibu semangat untuk mengikuti dan menghapalkan respon-responnya (sekitar 6 orang ibu ikut bergerak, 10 orang ibu ikut tepuk-tepuk menyemangati anak-anak). Harapannya, di rumah ibu dan anak juga tetap melanjutkan latihan sejenis bebek siaga.

Agak sulit mengkondisikan layout duduk peserta, karena banyak anak2 yang masih harus didampingi ibu2 dan guru2nya. Konfirmasi dari gurunya, memang biasa kondisinya seperti ini.   

Teknis:
Perlu mic, supaya suara "Bu Guru" tak kalah heboh dengan suara anak2.
Pengisi sesi (BDSG) perlu menggunakan seragam yang eye-catching, jadi perhatian anak jelas tertuju ke pengisi sesi.

Untuk kunjungan selanjutnya, bila massa anak2nya banyak, akan lebih baik kalau kita memfokuskan dengan tarian dan musik, dengan menyisipkan lirik2 yang relevan dengan tujuan acara. Karena dilihat selama acara berlangsung,anak2 lebih aktif ketika diiringi dengan musik dan tarian. Alternatif lain adalah membuat kelompok-kelompok kecil bila ingin memakai kartu. Contoh dari lagu terkait bencana adalah yang dibuat oleh LIPI.

Bisa dipertimbangkan kerja sama lebih lanjut dengan PAUD ini agar lebih berkelanjutan dan terarah. Training untuk guru dan orang tua/ wali penting untuk dilakukan, karena mereka jugalah yang lebih kenal dan tahu bagaimana mengarahkan anak-anaknya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh PPMB ITB, yaitu melatih guru-gurunya.  

Tetapi pada saat yang sama, peran BDSG sampai sekarang untuk sesi2 di sekolah adalah sebagai “hiburan” atau “refreshing moment” bagi anak-anak dari kegiatan belajar sehari-hari bersama guru-gurunya. Keseimbangan antara no.8 dan no.9 penting.

Oleh: Sapto dan Iche


Comments

Popular posts from this blog

Bencana dan Keterkaitannya dengan Perencanaan Wilayah dan Kota

AYO SIAGA BENCANA: KETIKA KESIAPSIAGAAN BERTEMU PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (Sesi Pendidikan Bencana oleh BDSG di SD Badan Perguruan Indonesia)

BDSG-Bina Swadaya DRR Education at School