Posts

Showing posts with the label Bahasa Indonesia

Sistem Peringatan Dini Tsunami

Image
Siapa yang tidak pernah mendengar kata tsunami? Setelah Tsunami Aceh 2004 yang memakan korban ratusan ribu jiwa, tsunami menjadi familiar di masyarakat kita. Dalam science , tsunami merupakan gelombang atau serangkaian gelombang yang dibangkitkan secara tiba-tiba oleh perubah vertikal suatu kolom air (Bryant, 2008). Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut, seperti aktivitas seismik, vulkanik, longsor di atas atau di bawah air, akibat asteroid yang jatuh di laut, atau pun fenomena meteorologi. Sejak Tsunami Aceh, masyarakat kita kembali menyadari bahwa Indonesia terletak di wilayah rawan bencana. Berbagai hal dilakukan sebagai wujud pengurangan dampak dari bencana, seperti memunculkan kembali kearifan masyarakat, pelatihan atau simulasi bencana, edukasi mengenai kebencanaan ke berbagai lapisan masyarakat, jalur evakuasi, hingga yang paling canggih, yaitu Tsunami Early Warning System (TEWS). Seperti namanya, TEWS merupakan sistem peringatan dini terhadap bahaya tsunami...

AYO SIAGA BENCANA: KETIKA KESIAPSIAGAAN BERTEMU PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (Sesi Pendidikan Bencana oleh BDSG di SD Badan Perguruan Indonesia)

Image
Bandung Disaster Study Group (BDSG) Volunteers : Mizan Bisri, Dian Lutfiana, Iswiati Utamiputeri, Anita Megawati, Fikri Irsyad, Ishma Fathimah Soepriadi Pada tanggal 28 Februari 2013 lalu, enam orang relawan BDSG melakasanakan sesi pendidikan bencana bertempat di SD Badan Perguruan Indonesia (SD BPI) yang diikuti 152 siswa kelas enam ditambah para Duta Lingkungan SD BPI yang tersebar dari kelas dua sampai dengan lima. Sesi pendidikan bencana secara keseluruhan dilaksanakan selama dua setengah jam, dengan metode utama presentasi dan permainan interaktif. Presentasi yang disampaikan di SD BPI dapat dilihat di sini . Presentasi diawali dengan perkenalan para siswa dengan Tilly Smith, pelajar yang pada saat Tsunami Aceh 2004, berkontribusi menyelamatkan ratusan nyawa turis dan warga lokal di Phuket (Thailand) karena teringat akan pelajaran di sekolahnya mengenai bencana. Salah satu relawan yang dulu juga bersekolah di SD BPI sedikit bercerita bahwa dulu ketika di sekolah te...

BDSG TERLIBAT SEBAGAI PANELIST DALAM WORKSHOP GENERASI SIAGA SIAGA BENCANA DI SMA AVICENNA, DEPOK, INDONESIA

Image
Pada hari Jumat 8 Februari 2013 lalu, beberapa relawan dari BDSG (Mizan, Fia, dan Ita) diundang dan menghadiri “Workshop Generasi Siap Siaga Bencana” yang bertajuk ‘menghasilkan generasi siap siaga bencana’ yang dilaksanakan dan bertempat di SMP-SMA Avicenna Cinere, Depok. Hadir pula sebagai panelist di acara tersebut adalah Bapak Imron dari PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Depok dan Ibu Asri Wijayanti dari AHA-Center kantor ASEAN. Acara diawali dengan pembukaan dari pihak Avicenna serta pertunjukan musik dan tari saman dari para siswa SMA Avicenna. Setelah itu, diskusi panel pun dimulai dengan pemaparan dari perwakilan PMI Kota Depok yang bertajuk “Peran PMI dalam penanggulangan bencana”. Pada giliran kedua, perwakilan AHA Center menjelaskan konsep dasar dari mitigasi bencana, termasuk klarifikasi terminologi dasar dalam manajemen bencana seperti bahaya, kerentanan, kapasitas, dan lain sebagainya. Sebagai panelist terakhir, dalam tempo sekitar 30 menit, BDSG mengangkat judul ...

Kebakaran!

Kebakaran! “00:18, Terjadi kebakaran rumah di Kompleks AL Dewa Ruci, Jl. Angin Puyuh Cilincing, saat ini masih penanganan 12 DPK,” tulis TMC Polda Metro Jaya di akun Twitter-nya, Selasa (1/1/2013) (news.liputan6.com, Januari 2013). Ada yang tahu kejadian ini? Ya, ini merupakan salah satu kejadian yang terjadi di malam pergantian tahun 2012/2013. Kejadian ini sempat menggegerkan warga Jl. Angin Puyuh, Cilincing, Jakarta Utara. Ah ya, curhat sedikit. Waktu itu saya ada di tempat kejadian. Sebut saja kebetulan, karena saya melewati malam tahun baru di rumah nenek saya yang hanya berjarak dua rumah dari rumah yang terbakar. Selain itu, rumah yang terbakar berada di tengah-tengah gang. Terbayang, dong, ya seperti apa paniknya warga. Kira-kira begini kronologinya: 23.40 Warga sekitar sudah mulai bermain kembang api dan petasan. Waktu itu kami sedang bersiap-siap untuk doa malam. Akan tetapi, suara petasan dan kembang api besar yang sangat kencang membuat kami sulit untuk mende...

Emergency Bag Campaign

Image
Through DRR Homestay Program in Japan this Year, we were really moved by the real action taken by our host families. In each house, they have prepared emergency bags in case of disaster. Many people might have already known that emergency bag, which consists of various goods for at least 3 days, is important to be prepared. It's quite an easy thing to do, but not everyone is really doing it. In case of our host families, most of them were motivated to prepare after the 3.11 Tohoku Disaster. As for BDSG members, we are motivated after conducting DRR Homestay Program in those families. Here is our poster to invite everyone to prepare their own emergency bag.

Dukung Aksi Pengurangan Risiko Bencana bersama Keluarga di Indonesia dan Jepang

Ayo dukung aksi PRB kami di tingkat Keluarga dan Komunitas melalui "DRR Homestay Program" melalui: http://wujudkan.com/projects/detail/77/Disaster-Risk-Reduction-DRR-Homestay-Program sebelum 30 Agustus 2012 atau email bdg.disaster.studygroup@gmail.com Dengan mendukung, Anda juga berarti turut kontribusi dalam peningkatan kapasitas pemuda Indonesia dalam PRB.  Terima kasih ^ ^ BDSG Volunteer

Bencana dan Keterkaitannya dengan Perencanaan Wilayah dan Kota

Image
Belakangan marak berita terjadi bencana di berbagai tempat di Indonesia. Menjadi pertanyaan tersendiri apakah terdapat hubungan antara kejadian bencana di suatu tempat dengan Perencanaan Wilayah dan Kota di tempat tersebut.  Pada dasarnya kebencanaan merupakan suatu aspek yang tidak dapat terpisahkan dengan ilmu perencanaan wilayah dan kota sendiri. Bencana yang terjadi karena adanya pertemuan antara Hazard dan Vulnerability, bukanlah sesuatu hal yang sama sekali tidak dapat dihindari atau paling tidak diminalisir dampaknya. Resiko dari terjadinya bencana pun akan semakin meningkat ketika tidak adanya kapasitas yang dimiliki oleh masyarakat di daerah tersebut. Risk= Hazard X Vulnerability Capacity Tata Ruang sebagai salah satu bentukan dari perencanaan wilayah dan kota memiliki banyak tujuan antara lain mewujudkan keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan, serta mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhad...

Learning Session with Mbak Dian (SC-DRR)

Sabtu, 3 Maret 2012, 01:08 P.M. Opening by Kak Iche (BDSG) - Ruang 6302 (Plano) Peserta: HMP (4 orang), BDSG (8 orang), ITB Siaga Bencana (2 orang), Pak Wilmar (Dosen Planologi) Warming Up: Sekilas tentang INEE (Inter-Agecy Network for Education in Emergencies) Minimum Standards for Education Untuk mempermudah pengertian kami tentang substansi buku ini, kami memakai ilustrasi kasus dengan: Membentuk 2 kelompok Membahas satu kasus per kelompok. Ketentuan: Bayangkan situasi kasus dan bisa kembangkan sendiri cerita / asumsinya à Identifikasi unsur atau syarat yang diperlukan untuk mencapai pendidikan yang berkualitas à Tidak usah detail Hasil Ilustrasi Kasus: Kelompok 1 (Kasus: BDSG berencana untuk mengadakan kelas pendidikan kesiapsiagaan bencana untuk TK di Bandung). Unsur atau syarat yang diperlukan untuk mencapai pendidikan yang berkualitas: Peningkatan kapasitas internal (ToT) Peningkatan dengan pelatihan: kebencanaan, komunikasi dan psikologi anak (KS dengan Psikologi ...

Bebek Siaga di PAUD Balon Hijau

Hari Jum'at tanggal 9 Maret 2012, Tim dari BDSG mengunjungi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini, setara playgroup) Balon Hijau,di Masid Istiqlal, Tubagus Ismail, Bandung. Kami membawakan permainan Bebek Siaga. Bebek Siaga merupakan alat untuk bermain sambil berlatih merespon terhadap bahaya melalui gerakan, latihan verbal, musik, dan kartu besar bergambar. Respon yang dianjurkan adalah respon paling awal, paling dasar, dan paling penting yang bisa dilakukan oleh seorang anak dimanapun juga tanpa harus bergantung pada orang tuanya. Berikut beberapa catatan berdasarkan hasil kunjungan tersebut. Peserta Jumlah murid: 25 - 30 anak (usia 2-5 tahun) Jumlah ortu/ wali: sekitar 25 orang Jumlah guru: 7 orang Jumlah anggota BDSG: 11 orang (Iche, Tami, Grace, Ivo, Fia, Priba, Iid, Sapto, Leits, Aria, In In). Flow Acara 09.10 Opening by Priba . Priba menyapa anak2 beserta ibu2nya dan memperkenalkan anggota BDSG. 09.20 Acara inti penjelasan mengenai bahaya (gempa, petir, kebakaran, lebah, dan...